Tuesday, August 27, 2019

Bidadari Dan Pelangi, Siapa Sangka



Banyak orang berkata, datangnya pelangi adalah pertanda adanya bidadari yang sedang mandi. Mereka datang dari kahyangan beramai-ramai mengikuti cahaya pelangi ke telaga bening yang ada di bumi.

Waktu aku kecil sering mengejar pelangi. Ujung pelangi yang selalu melengkung kebawah menuju permukaan bumi, kadang terlihat mengarah tepat pada sebuah telaga. Kuhampiri telaga tersebut, namun tidak juga kutemui seorangpun bidadari sedang mandi.

Dalam sebuah cerita rakyat, diceritakan, pada jaman dahulu, Jaka Tarub mendapati bidadari-bidadari sedang mandi disebuah telaga. Ia mencuri selendang dari satu bidadari-bidadari yang semuanya berjumlah 7 orang. Bidadari yang dicuri selendangnya tidak bisa terbang bersama teman-temannya kembali ke langit dan akhirnya menikah dengan Jaka Tarub. Sejak itu dia hidup sebagai manusia biasa dengan nama Dewi Nawang Wulan.

Kenapa cerita yang kedengarannya sangat indah itu hanya terjadi di jaman dulu, kenapa tak pernah sekalipun kejadian yang sama itu terulang dijaman sekarang, apakah itu hanya karangan seseorang belaka? Jika benar, kenapa orang jaman dulu suka mengarang, ya?

Dampaknya, hingga sekarang beberapa orang masih sangat percaya terhadap fenomena tersebut.

Seorang nenek kegirangan melihat pelangi yang datang, ia berteriak memanggil cucunya untuk bersama-sama melihat bidadari sedang turun ke bumi, padahal jelas-jelas tidak ada bidadari yang tampak menuruni pelangi.

Cucunya mungkin akan melakukan hal tersebut pula kelak dikemudian hari.



Dari sudut ilmu pengetahuan, pelangi yang begitu indah nampak oleh mata, susunan warna melengkung dengan megahnya di langit yang biru, padahal, warna pelangi yang demikian indah memukau itu tidak ubahnya warna sinar matahari yang diuraikan oleh partikek-partikel air yang jatuh hingga memunculkan 7 bias warna yang dimiliki oleh Matahari, sebagaimana yang kita kenal dengan  kata, mejikuhibiniu , kependekan kata dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu

Lihatlah, setiap datang pelangi pasti saat itu pula sedang turun hujan dan saat itu pula sinar matahari tidak terhalang menembusnya.

Akan tetapi, percaya sepenuhnya pada ilmu pengetahuan juga bukan sebuah kewajiban, ilmu pengetahuan dengan mitos tidak jauh berbeda, sama-sama produk dari otak manusia.

Saya tidak buru-buru menyatakan ilmu pengetahuanlah yang selalu benar. Dalam kasus ini, yang pasti benar adalah kebenaran itu sendiri. Pasalnya, teori fisika yang satu ini masih mempunyai ganjalan, jika warna yang terjadi pada pelangi merupakan semata-mata biasnya warna sinar matahari yang diuraikan oleh titik-titik hujan yang jatuh ke bumi, kenapa tidak selamanya turun hujan disertai matahari yang bersinar menghasilkan pelangi?

Saat musim hujan, hujan hampir turun setiap hari, akan tetapi belum tentu satu bulan terjadi satu kali pelangi muncul dilangit. Bahkan para teori bidadari punya alasan dengan pasti untuk mempertahankan kepercayaan ini.

Bidadari yang suci tidak dapat dilihat oleh sembarang orang, hanya orang yang berjiwa bersihlah yang mampu melihatnya. Barang siapa yang melihat, memiliki pertanda bahwa orang tersebut akan mendapat keberuntungan.  

Tuesday, August 20, 2019

SAJEN



Sajen (Sesaji), yaitu peletakan sejenis makanan atau barang tertentu di tempat tertentu dengan maksud untuk persembahan kepada makhluk ghoib yang mendiami tempat tersebut. Budaya itu sudah  lama dilakukan oleh manusia yang ada dibumi dengan bentuk yang berbeda-beda.

Sejak manusia percaya bahwa ada kekuatan yang berasal dari makhluk lain selain manusia yang tidak kasad mata, akan tetapi nyata keberadaannya. Mereka menganggap kekuatan ghaib yang tidak tampak itu lebih kuat dari kekuatan dialam nyata. Oleh karena itu manusia perlu melakukan interaksi dengan si pemilik kekuatan tersebut untuk menghindari kejahatan dan gangguan yang diakibatkan dari kekuatan tersebut, caranya yaitu dengan membuat senang kepada si pemilik kekuatan dengan memberikan hadiah kepadanya.

Hadiah itu bisa berupa makanan atau barang lain yang disukai. Tidak sembarang benda yang dipercaya disukai oleh makhluk gaib tertentu, saya mencatat beberapa benda yang sering digunakan untuk sesaji yang saya ketahui diantaranya adalah, benda yang menghasilkan aroma khusus, seperti, kemenyan, hiu, kembang, minyak wangi, rokok dan lain-lain. Dari jenis makanan, seperti, bubur merah putih, kelapa hijau muda, daging, bahkan darah.

Kapan seseorang memberikan sajen kepada makhluk ghoib?

Orang melakukan persembahan berupa sajen kepada makhluk ghoib di saat mereka memerlukan efek dari kekuatan yang dimilikinya.

Contoh kecilnya, seseorang akan menebang pohon kayu besar yang dipercaya memiliki penunggu makhluk ghoib, maka orang tersebut meletakan sajen sesuai benda yang disukainya, hal itu bertujuan agar makhluk ghiob tidak marah dan penebangan kayu akan sukses tanpa ada suatu gangguan, gangguan dari makhluk yang tidak dapat dilihat lebih berbahaya daripada makhluk yang tampak oleh mata.

Sajen juga dilakukan manakala seseorang memiliki suatu hajat agar hajat yang diinginkan dapat tercapai. Bantuan dari kekuatan ghaib dianggap lebih mujarab untuk mendongkrak keberhasilan dalam mengupayakan suatu usaha didalam kehidupan.

Diluar negeri, dinegara barat sana, konon banyak juga orang melakukan pemujaan kepada makhluk ghoib dalam mendongkrak keberhasilan usahanya.

Sebuah media klenik  mengulas, dalam mendongkrak ketenarannya, beberapa penyanyi melakukan ritual dengan mengundang dewa rege yang bernama Lusifer. Dalam sebuah kamar khusus dan gelap, diletakan semangkuk darah, disamping darah diletakan juga album hasil rekaman yang akan diedarkan, kemudian mereka menari-nari dengan  tubuh  telanjang tanpa sehelai benang, mereka menari dan terus menari hingga pada akhirnya datanglah Lusifer menghampiri.

Dengan sajen yang diberikan, Lusiferpun berjanji akan membantunya membuat album yang digarapnya laris terjual.

Di Indonesia lebih  ekstrim lagi, sajen digunakan untuk sarana melakukan  pesugihan. Di jaman milenial, dunia klenik  sudah dianggap kuno, sudah tidak relevan lagi untuk dilakukan dijaman modern kini, ternyata dalam kenyataannya lebih parah.

Sebagai bukti, sebuah acara televisi yang khusus menghadirkan para pelaku mistis dengan semua pengalamannya ramai didatangi oleh orang-orang yang dengan blak-blakan mengakui telah bekerja sama dengan makhluk ghoib.

Seorang partisipan mengakui bahwa dia telah melakukan perjanjian dengan makhluk ghoib  agar dirinya dibantu untuk menjadi  kaya. Sajen berupa kepala ayam dilakukan sebagai saratnya. Alhasil, orang tersebut bertemu dan melakukan perjanjian, dia mengaku berkat melakukan itu dia benar-benar menjadi  kaya daripada sebelumnya yang sangat miskin sampai makan sehari-hari saja kesulitan.

Makhluk ghoib yang dimaksud disini itu siapa?

Makhlug ghoib yang senang diberi sajen, yang marah jika diganggu.

Agama menyatakan, makhluk ghoib itu khak adanya, barang siapa yang tidak percaya pada yang ghaib akan dicatat sebagai orang yang tidak beriman. Kalau dilihat dari ghoib secara keseluruhan itu terlalu luas, adanya sorga dan neraka itu juga ghoib, malaikat yang mulia, jin, setan, iblis, roh gentayangan, dan lain-lain semua yang tak tampak itu adalah ghoib. Akan tetapi, tidak mungkin ,  jika ghoib penggemar makan sajen itu adalah sang malaikat yang mulia, karena dalam kitab diterangkan, malaikat itu tidak makan dan tidak tidur. Yang lebih tidak mungkin lagi, malaikat itu baik dan tidak pendendam.

Lalu, sajen mereka itu dilakukan kepada siapa?
   
Saya bertanya kepada orang yang saya anggap paling tahu tentang  hal tersebut, dia adalah sesepuh kampung, kepala adat yang juga pemimpin acara sajen di kampungnya. Dalam pengakuannya, ia memberi sajen tidak lain adalah sebagai hadiah kepada "Sing mbau rekso" (Penunggu ghaib) tempat dimana sajen itu diletakan.

Penunggu ghaib juga seperti halnya manusia, ada yang ramah, ada yang penolong, namun tidak jarang juga yang jahat. Penunggu ghaib yang jahat itu adalah setan dan penunggu ghaib yang baik itu adalah luhur.

Dalam bahasa Indonesia "luhur" sering dikatakan "leluhur", kata leluhur lebih tertuju kepada para pendahulu kita yang telah tiada, akan tetapi dalam bahasa Daerah, kata "Luhur" ditujukan kepada makhluk ghaib yang berhati baik, ia menolong, mengayomi dan tetap baik, walau tidak diberi hadiah apapun, apalagi hanya sekedar sajen.

Dan setan?

Setan itu jahat, itu fix, semua orang pasti setuju, karena mereka sudah dicuci otaknya oleh paham dan norma-norma sejak dahulu kala. Semua agama dalam kitabnya telah menerangkan jauh-jauh, bahwa setan itu dilahirkan dengan misinya  menyesatkan manusia agar manusia terjerumus dalam dosa untuk kemudian menemaninya di neraka.

Perlukah orang memberi sajen, bagaimana orang yang tidak melakukannya, jadi sengsarakah ?

Mendengar pertanyaanku yang sekian kalinya, petua itu mengajaku ke suatu tempat dimana di tempat tersebut terdampar pohon kayu yang sangat besar. Dibawah, dipangkal pohon nampak sudah berlubang dan angker. Akan tetapi pohon itu  bukanlah benda yang asing bagiku, karena setiap hari aku lewat didepannya.

"Setiap hari kamu lewat sini, kan? Katanya.

"Ya" jawabku.

"Mulai dari sekarang, setiap kau lewat, luangkan waktu letakan benda seperti ini di lubang kayu ini" katanya memperlihatkan sebutir lombok dan seraya meletakannya di lubang kayu tersebut.

"Lakukanlah tujuh hari berturut-turut, setelah tujuh hari, berhentilah?

Aku melakukan perintah orang tua itu sebagaimana yang dikatakan hingga batas waktu yang ditentukan. Hari ke delapan sayapun berhenti tidak melakukannya, aku lewat saja cuek.

Sampai dirumah, aku merasakan kepalaku pusing, dan tiba-tiba, rasa pusing berubah menjadi rasa capai setelah beberapa lama, aku merasa seperti baru saja berlari ribuan meter. Yang tidak habis pikir lagi, disekitarku banyak orang berkerumun dengan pandangan mereka semua menuju kepadaku.

Aku kesambet. Begitu, mereka memberikan keterangan kepadaku. Rupanya aku sempat tidak sadar, aku kerasukan, dalam ketidak sadaranku, aku mengigau, suaraku berubah bukan suaraku lagi, akan tetapi suara makhluk halus yang mengaku penunggu pohon besar yang setiap hari ku beri sajen kecil selama satu minggu berselang dan kemudian aku berhenti melakukannya. Dalam igauanku, dia bertanya, "Kenapa aku berhenti melakukan itu?"

Jawaban yang panjang dan jelas telah diberikan oleh orang tua itu. Pengalaman adalah guru yang paling baik dari seribu keterangan dengan kata-kata. Perlukan orang memberi sajen dan akan sengsarakah orang yang tidak melakukannya? Jawabannya adalah, semua tergantung pada kepercayaan dan apa yang kita lakukan. Jika kita meyakininya, semua bisa terjadi, jika kita memilih tidak, semua akan baik-baik saja.

Kesimpulan

Jika sajen bukanlah satu-satunya jalan untuk memperoleh pertolongan, apalagi kepada makhluk ghaib yang masih sama-sama makhluk, jika mereka membantupun, tidak mungkin semua itu dilakukan dengan cuma-cuma, setan melakukan semua cara untuk menyesatkan manusia, kenapa kita tidak meminta pertolongan langsung saja kepada Sang Pencipta. Yang menciptakan kita, juga yang menciptakan mereka.

Sunday, June 30, 2019

Jimat Meminta Tumbal


Beberapa benda dikenal memiliki nilai lebih yaitu disamping memiliki harga komersial, memiliki juga kekuatan supranatural yang tidak dimiliki oleh benda-benda lain. Kelebihan tersebut membuat benda menjadi tidak lagi barang biasa, akan tetapi telah menjadi luar biasa.

Sebagai barang bernilai lebih, tentunya banyak yang meminati, hal itu membuat benda tersebut pada akhirnya menjadi barang langka, barang langka  menjadi  begitu special dan berdampak  memiliki harga sangat mahal.

Sebagian orang menamai barang berkekuatan ghaib atau supranatural tersebut dengan kata, jimat.

Misteri Jimat

Benda biasa yang bermuatan supranatural tersebut dapat memancarkan kekuatannya hingga mempengaruhi keadaan orang yang memilikinya. Pengaruh tersebut bisa berupa negatif dan positif. Orang selalu menginginkan pengaruh positif pada jimat yang dimilikinya untuk menunjang hal positif pada kehidupannya, seperti pelaris pada barang dagangan, mendatangkan hoki, penangkal kejahatan yang sama-sama bersifat ghoib, sebagai pengasihan atau penumbuh rasa suka pada setiap orang yang melihatnya, bahkan penumbuh kekuatan untuk keamanan diri dari serangan musuh.

Apa Yang Terkandung Di Dalam Jimat?

Kekuatan yang bersifat ghaib ada dalam sebuah benda. Benda-benda tersebut menarik mereka untuk menjadikannya sebagai media untuk bersarang. Kekuatan  ghaib itu bisa berupa jin, arwah, genderuwo, kuntilanak dan setan. Orang yang memiliki jimat sama saja memiliki rumah makhluk-makhluk ghaib tersebut.

Celakanya, makhluk-makhluk tersebut memiliki sifat jelek yang  sama dengan manusia. Mereka juga sangat senang bila dipuja. Pemujaan membuat mereka tersanjung, merasa dibutuhkan dan merasa lebih hebat daripada manusia.

Tak ada beda dengan manusia, saat egonya dipenuhi, makhluk haluspun akan memberikan apa saja yang diinginkan terhadap orang yang memujanya.

Kita sering mendengar, beberapa orang melakukan pemujaan kepada benda-benda keramat tertentu. Beberapa orang melakukan pemujaan dengan harapan melalui kekuatan yang mereka miliki dapat membantunya dalam memperoleh sesuatu.

Dalam agama Islam, percaya dan meminta pertolongan selain Tuhan adalah sirik (menyekutukan Tuhan), itu adalah dosa yang sangat besar dan bahkan, tak terampuni.

Tapi, bagi yang tak  perduli atau tak tahu dengan semua itu, meminta bantuan kepada jimat adalah jalan yang tepat. Mereka yang bekerja dalam diam dan tidak kasat mata lebih efektif dan tidak terlalu banyak biaya.

Sebagai contoh: Orang memasang jimat pring pethuk di sarang burung lawet.
Pring pethuk adalah batang bambu yang memiliki mata dan ruas berlawanan arah, itu suatu hal yang jarang terjadi, oleh karena itu fenomena tersebut benar-benar barang langka. Sebagai benda langka yang sangat menarik untuk dihuni makhluk gaib, sekaligus membuat benda tersebut dinobatkan sebagai jimat bagi yang mengimaninya.

Kekuatan pada pring petuk dipercaya dapat menarik burung walet datang ke tempat yang telah disediakan yang sengaja dibangun dengan biaya besar. Burung-burung walet akan  membuat sarang-sarangnya, dimana sarang-sarang itu berharga sangat mahal.

Contoh yang lain, berita viral Ponari yang memiliki batu jimat ajaib, air yang digunakan untuk merendamnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, alhasil, Ponari yang hanya seorang anak kecil ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru hanya untuk dapat mengambil air yang digunakan untuk merendam jimatnya  guna menyembuhkan penyakit. Mungkin hal itu benar-benar terbukti, sehingga membuat orang yang datang dari waktu ke waktu terus bertambah.

Tidak berhenti hanya di sekitar persoalan kekayaan dan penyakit, bahkan urusan asmara tidak luput menggunakan jimat. Kita sering mendengar tentang Semar Mesem, dia merupakan salah satu jimat gendam yang paling ampuh dalam meluluhkan hati wanita.

Berbagai benda yang dipercaya menjadi jimat biasanya akan dijaga dan ditempatkan ditempat yang khusus (pecucen). Sesekali pemiliknya memberikan sesaji sebagai hidangan makan, biasanya berupa minyak wangi dan dupa dan memandikannya dengan air bunga, hal itu dilakukan biasanya dihari-hari baik menurut mereka, yaitu Jum'at Kliwon.

Fakta membuktikan, bahwa kepercayaan terhadap jimat di negeri ini tidak dipungkiri masih banyak, apalagi di pulau Jawa sebagai suku peninggalan dari Hindu dan Budha. Dari pengalaman para pengguna jimat itu sendiri, fakta yang lain digali disini.

Dampak Positif Dan Negatif

Tidak ada sesuatu yang gratis. Memang banyak pengakuan, dampak daripada penggunaan jimat itu dahsyat. Menurut mereka, setelah menggunakan jimat, apa yang diinginkan tercapai, mereka percaya bahwa keberhasilan itu juga karena jimat yang diyakini telah membantunya.

Tapi, semua itu, tidak untuk beberapa waktu kemudian. Ketika berbondong-bondong para pemuja jimat akhirnya ingin membuangnya jauh-jauh tidak ingin berhubungan dengan makhluk-makhluk astral yang bersarang di dalam jimat yang dimilikinya lagi.

Tidak disangka, ternyata dibalik itu semua tidak serta merta keberhasilan yang diraih dengan bantuan jimat membuat hidup mereka bahagia. Ada keganjilan yang membuat hidup mereka menjadi beda. . Ternyata apa yang diberikan benda yang dipujanya adalah tidak gratis. Mereka pada akhirnya menuntut imbalan atas apa yang telah mereka berikan yang tidak cuma-cuma.

Para pemuja jimat merasakan hidup yang tidak sewajarnya. Mereka dirundung kegelisahan tanpa alasan, mudah marah-marah dan dihantui oleh sesuatu yang sangat menakutkan. Mereka mendapatkan bisikan, "Tumbal...tumbal...!". Apa itu maksudnya?

Pertama mereka tidak mengerti, setelah selang beberapa waktu kemudian, ada beberapa kerabatnya, orang yang disayangnya, bahkan dirinya meninggal dunia.

Jimat yang dipuja itu meminta tumbal. Nyawa. Ternyata mereka juga ingin membawa roh pemujanya ke dunia mereka, yaitu di dimensi lain. Untuk apa, tidak ada yang tahu, ada yang bilang disana mereka akan menjadi pembantu sebagai pengabdian untuk membayar apa yang telah ia dapatkan atas bantuannya selagi hidup di dunia. Jika hal tersebut itu benar, masihkah anda tertarik?


Monday, June 24, 2019

Udek-Udek Tangan Pak Carik


Pilkades serempak 2019 terjadi juga di desaku. Dua periode berselang dengan kepala desa Amin faozan desa yang terletak di daerah terpencil dilereng Gunung Selamet memiliki masyarakat yang tentram, sejahtera dan aman. Pembangunan berjalan dengan cukup baik, rapi dan tidak neko-neko.

Tidak heran, kalau dia terpilih  hingga sampai dua periode.

Program pemerintah yang mendukung infrastruktur menunjang program desa menjadi lebih lancar. Meski desa berada disebuah lereng gunung, terpencil dan udik, nyatanya sudah dipimpin oleh kepala desa, bukan kepala suku yang kedengarannya begitu terasing dan pinggiran, seperti suku-suku lain disana di  belahan lain Indonesia.

Kalau dulu, dulu sekali, mungkin anak muda sekarang tidak mengalami, sekitar tahun 80an, desa Baseh memang tidak ubahnya sebuah suku yang gelap gulita. Tidak ada listrik, adanya listir, meski kata yang hampir sama, namun perbedaannya sangat jauh sekali. Kalau listrik berupa tegangan yang disalurkan dari kawat, tapi listir berupa tiupan bara yang disalurkan dengan kapuk (lilitan kapas).

Kalau pemantik api atau korek api buat nyumet bahan bakar latungnya habis, lengkap jadinya, persis seperti manusia purba, karena harus membuat api dengan cara ngagar, yaitu dengan menggesek-gesekan kawul pada sebilah bambu hingga panas dan mejadi bara.

Terakhir hal itu dilakukan oleh Almarhum Lasa, seorang pemuda unik di desa saat perlu api guna  membakar ubi di gubuknya.

Saat pulang dari kota, diperbatasan desa (Dawuhan), semua harus turun dari mobil angkot yang bertuliskan, Powere Mobile, itupun hanya ada beberapa glintir jumlahnya yang dimiliki oleh saudagar kaya, Ny Ditem (mboke Kirsun) dan Sukatmo yang dua-duanya dari grumbul Karang Pelem.

Penumpang semuanya harus turun, memasang tambang dibemper mobil, lalu beramai-ramai menarik mobil, sebab, kalau tidak mobil akan terus kepater tidak bisa jalan karena medan jalan yang berlumpur seperti sawah yang sedang dibajak.

Begitulah Baseh  tempo dulu, dengan masyarakat yang  tetap bahagia dan tak pernah mengeluh. Mereka bangga dengan kepala desanya, saat itu adalah Pak Sumarto. Kenapa bangga? Yah, karena berkat pimpinannyalah apapun bentuk nya jalan itu ada. Karena sebelumnya, jangan kan dapat naik mobil, ingin bertamasya ke kota saja harus berjalan kaki lewat lemah mendek (gundukan tanah setapak) kadang-kadang mengayun diakar pohon seperti Tarsan bila perlu agar dapat melewati rintangan.

Pak Sumarto terus berjuang tidak mengenal lelah membela kemakmuran rakyat, karena keikhlasan pengabdiannya, rakyat Baseh tak pernah berpikir untuk menggantinya hingga benar-benar tua dan tidak mampu lagi bekerja.

Nyatanya, bersama rakyat bahu membahu perjuangan itu akhirnya terbukti jalan Desa Baseh akhirnya diaspal. Tidak terlewatkan, Lapangan Sepak Bola Baseh yang terisolir jauh di belakang desa dipindah  ke depan dekat jalan raya yang sekarang.

Grumbul Rabuk tak kalah perhatiannya, di bawah pemerintahnyalah, pemuda Rabuk memiliki lapangan sepak bola sendiri. Yah, lapangan sekarang itu, konsep kerja yang diterapkan dalam pembuatan lapangan barang kali bisa dicontoh, yaitu digarap gotong- royong para warga, namun dengan kewajiban setiap KK bertanggung jawab beberapa meter yang telah ditentukan, dengan pembagian yang adil dan detil seperti itu, pekerjaan menjadi ringan dan tidak ada yang cemburu. Tak ada pilih kasih, semua warga sama dalam hak dan kewajiban sebagai masyarakat. Adakah konsep itu diterapkan, sekarang? boleh dicoba.

Ketidak cemburuan itu juga terjadi pada kepribadianya yang rendah hati, sebagai contoh, disaat kepala desa lain memakai jas safari sebagai jurang pemisah antara  pimpinan dan rakyat, Lurah Marto, begitu sapaan akrabnya, malah bengkung sarung (mengikat sarung dipinggang), tak ada beda antara rakyat dan kepalanya.

Sampai sebuah kisah pernah terjadi, yaitu pada sebuah pertandingan sepak bola yang tegang antar desa di tingkat kecamatan, konon pada saat itu jadwal pertandingan dengan club sepak bola Baseh, kebetulan pak Lurah Marto yang bengkung sarung satu angkot dengan supporter pemain yang hendak melawan club sepak bola dari Baseh, mereka berbincang-bincang akan membantai beberapa nama supporter dari pihak Baseh, mereka tidak tahu bahwa orang berbengkung sarung yang duduk satu angkot itu adalah kepala desanya. Dan pada pertandingan yang rusuh tersebut mereka tak dapat menemui targetnya karena sudah disembunyikan oleh pak lurah.

Begitu, lurah Baseh, dulu.

Sebagai desa yang berjulukan, masyarakat desa hutan, adat-istiadat, norma, bahkan mistik dan klenik masih kental juga tersisa disana. Kepercayaan akan luhur, eyang mbah sing mbau rekso,kekuatan ghaib dan kekuatan-kekuatan alam lain membuat peristiwa-peristiwa yang terjadi di desa sering tidak luput dikaitkan dengan klenik-klenik tersebut.

Saya pernah dimarahi oleh mendiang Eyang Parsikun (Sesepuh Baseh dari grumbul Pondok lakah) hanya karena bersiul diantara padi yang sedang menguning. Menurutnya hasil panen yang jauh berkurang dibanding jaman gemien(dulu) disebabkan karena kecangkelan anak-anak generasi jaman sekarang (jaman saya).

Setiap tahun dulu desa Baseh ada acara ritual sedekah bumi, yaitu menyembelih kambing di perempatan jalan sebagai persembahan kepada bumi, khususnya bumi Baseh agar bebas dari segala bala dari kemarahan luhur yang mbahu rekso (menjaga) desa. Setelah kambing disembelih, lalu dimasak diperempatan, lalu masakan dibagikan ke warga dengan dibungkus daun jati, anda dapat merasakan rasa nikmat yang jauh antara daging yang dibungkus daun jati dengan daging yang dibungkus dengan bungkus masa kini, coba saja.

Sebagian masakan dipendam/dikubur dalam bumi. Sebagai symbol persembahan itu sendiri.

Bukan hanya makanan pokok, membuat snack pun tidak luput dari mitos, saat mengaduk jenang orang tidak boleh sembarang ngomong, ngobrol soal kacang saja, jenang yang dihasilkan nanti akan tidak halus atau akan membentuk butiran-butiran seperti kacang, misalnya. Benar tidaknya, anda buktikan saja sendiri, takut dikatakan cankel, hehe.

Tidak berhenti hingga jaman sekarang, sisa-sisa mitos juga tidak luput dari seputar pilkades. Dimalam hari H pilkades dilaksanakan nanti akan datang sinar putih yang melayang dari sudut langit desa Baseh entah dari sudut mana melesat terbang menuju rumah satu dari calon peserta pilkades. Sinar itu bernama , Ndaru. Konon rumah yang didatangi, disitulah calon kepala desa yang akan terpilih.

Bagi orang yang tahu tentang mitos itu, akan berjaga diluar rumah, hingga white light atau ndaru itu muncul untuk memastikan calon mana yang akan terpilih jadi kepala desa. Beleave it or not, bagi anda yang memilih tidak percaya, anda bisa mengamati siapa nanti orang yang rajin berjaga diluar rumah, hendaknya tidak usah dicurigai yang bukan-bukan, karena mungkin dia hanya ingin melihat indahnya cahaya ndaru yang masya Allah indahnya begitu mengharukan menurut mereka.

Menurut sumber mitos lain, Hadi Susilo sudah mengamati, setiap calon yang bakal menjadi kepala desa biasanya mendapat undian tempat duduk ditengah jika jumlah calon terdiri dari 3 orang. Percaya atau tidak, ini juga mitos, anda juga bisa membuktikannya nanti.

Maka dari itu, bagi calon yang jadi maupun yang gagal nanti juga merupakan takdir Illahi, yang disaksikan juga oleh leluhur dan kekuatan alam yang supra natural. Semua tidak dapat dipaksakan oleh manusia yang lemah. Lahaula walakuata Ilabillah.

Lihat, poto calon yang mau berlaga dalam pilkades 2019 desa Baseh. Kenapa mereka tetap tersenyum, bergandengan tangan, juguran sante bareng, semua memberikan pelajaran bagi masyarakatnya, bahkan tim sukses tidak perlu berkelahi apalagi gelut. Lihat itu, yang hendak kita pilih saja fine-fine aja, bergandengan tangan, begitu segar dipandang, nyata sekali keprofesionalan mereka bertanding, membuat rakyatpun tak terpancing, sampai-sampai pak Carik yang mengapit tidak sempat memberikan kode dengan gerak udek-udek tangannya kepada pemirsa karena keburu diblar oleh luhur karena mungkin dianggap vulgar. Ha ha...!

Padahal yang sebenarnya adalah kesalahan pak Carik sendiri dalam menggerakan tariannya terlalu cepat sehingga kamera tak mampu menyesuaikan distrosi geraknya dan alhasil pesan bahasa tubuhnya tidak bisa diterjemahkan, hingga biarlah menjadi misteri hanya pak Carik sendiri yang tahu, jika anda penasaran pun anda tidak sulit-sulit menanyakan langsung kepada beliau yang murah senyum dan tidak mahal informasi, apalagi ini menyangkut rakyat.

Tuesday, June 11, 2019

7 Benda Ini Ditakuti Setan, Bisa Digunakan Untuk Menangkalnya


Benda apa yang ditakuti setan?

Bicara mengenai setan, sepertinya untuk makhluk yang satu itu tidak usah dipertanyakan lagi, saya yakin semua orang sudah tahu, makhluk Tuhan yang satu ini seakan selalu mempunyai konotasi yang negatif di mata manusia, pasalnya dalam otak manusia sudah begitu lekat keyakinan bahwa setiap ketidak baikan didunia yang dilakukan oleh manusia adalah hasil dari campur tangannya juga.

Karena tugasnya menggoda manusia agar selalu berbuat dosa untuk dijadikan teman hari esok di neraka.Karena hal itu, tentunya setan sangat benci kepada manusia yang berbuat baik. Sebagai usaha pencegahannya, setan tidak akan tinggal diam untuk menggagalkan dalam berbuat kebaikan tersebut.

Berbagai cara dilakukan untuk menyesatkan manusia.Dari bisikan jahat yang dihembuskan ke dada manusia, hingga menghantuinya secara langsung.Sa'at menghantui secara langsung, mereka mampu menampakan diri. Dalam menampakan diri mereka mengubah wujudnya menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dimana orang menyebutnya hantu. Manusia akan lari terbirit-birit jika melihatnya, meski hari disiang bolong.

Semua orang tahu, dalam sejarah hantu, belum ada orang yang dimakan hantu hingga habis sekujur tubuh. Dalam operasinya, mereka juga cuma sebatas menampakan diri dengan tampang yang mungkin seram menurut penglihatan mata memandang, dia kadang hanya berdiri terpaku dengan tatapan kosong, akan tetapi kenapa sangat menakutkan? Yah, itulah, Hantu, dari dulu sudah begitu.

Tetapi tidak usah kuatir, hantu juga punya kelemahan. Jika suatu ketika anda melihat penampakan, banyak cara yang dapat dilakukan, seperti dengan berdo'a, membaca mantra, sesaji,hingga ritual. Namun, jika suatu sa'at anda perlu melakukan, namun hal-hal tersebut tak dapat anda lakukan karena tak ada pengetahuan untuknya, ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengusir setan.

Ada benda-benda tertentu didunia ini yang sangat ditakuti setan. Benda-benda tersebut sangat mudah didapatkan disekitar anda untuk dapat digunakan mengusir setan yang datang kepada anda. Berikut 7 benda yang ditakuti setan.


1. Garam dapur



Secara logika makhluk halus mengeluarkan muatan negatif dan gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu makhluk halus tidak suka menapak di tanah sebagai sumber elektron negatif yang besar.

Kristal garam banyak mengandung ion-ion positif yang dapat menyerap elektron negatif. Mitos yang timbul, saat  garam ditabur pada suatu tempat, maka ion-ion positif pada garam akan menyerap energi negatif disekitarnya, maka tempat tersebut tidak akan dilewati setan.

2.  Bangle bumil



Bangle termasuk jenis benda yang ditakuti setan. Orang yang selalu membawa bangle kemana-mana dapat terhindar dari gangguan setan. Begitulah adat suatu daerah yang menyarankan orang yang sedang hamil untuk selalu membawanya kemanapun pergi untuk keselamatan bayi dan ibunya sendiri. Biasanya disertakan juga peniti dan gunting.

3. Bambu kuning


Bambu merupakan tumbuhan rimbun yang sangat disukai oleh setan sebagai tempat untuk berdiam, akan tetapi tidak untuk bambu kuning.

Bambu kuning memiliki mitos dapat dijadikan sebagai penolak bala, santet dan roh jahat. Bambu kuning merupakan bambu yang ditakuti setan. Ada apa dengan bambu kuning, kenapa setan tidak suka? Alasan yang tepat mungkin hanya setanlah yang tahu.

4. Tapal kuda


Tapal kuda atau sepatu kuda dipercaya mempunyai kekuatan mistis. Dengan cara menggantungya di atas daun pitu, disamping setan akan takut, benda ini juga dapat menolak sihir yang datang. Bahkan melewati posisi benda ini dapat mendatangkan keberuntungan menurut mitos yang ada.

Konon kabarnya kepercayaan ini sudah ada sejak perkembangan Inggris di abad ke-16.

5. Seruling Bambu



Seruling bambu dipercaya sebagai simbol kekuatan. Di India, meniup seruling bambu untuk orang tertentu langsung mendatangkan ular. Feng Shui punya kepercayaan, jika seruling bambu digantung di pintu depan rumah bisa menjadi pengaman rumah dari setiap getaran dan gangguan yang buruk.

6. Bawang putih



Siapa yang tidak tahu bawang putih, benda yang merupakan dari satu ornamen bumbu masak ini sudah barang tentu begitu mudah didapatkannya.

Jika menggantung bawah putih dirumah dapat mencegah masuknya makhluk halus dan juga roh jahat.

Bawang putih merupakan benda yang ditakuti setan. Vampir benci benda ini. Mitos orang yang memakan bawang putih akan terhindar dari ancaman vampir karena darahnya akan rasa bawang putih.

7. Batang kayu manis



Kayu manis yang dikenal memiliki fungsi bumbu makan ini ternyata memiliki mitos dapat menjadi pelindung rumah dari gangguan mistis.

Sebuah daerah di Mesir menggunakan batang kayu manis untuk menyucikan area dari pengaruh mistis.

Di Cina kayu ini digunakan sebagai sarat untuk memurnikan candi. Bukan tidak mungkin benda ini dapat digunakan untuk mensucikan hati.

Namanya saja mitos, mitos boleh dipercaya bagi yang percaya dan boleh tidak percaya, bagi yang tidak percaya, termasuk akan setan yang takut terhadap benda-benda tertentu.

Thursday, May 16, 2019

Senjata Apapun Tak Mampu Menembus Badan Dengan Ajian Lembu Sekilan



Ajian Lembu Sekilan adalah merupakan ilmu kanuragan nomor satu dari tanah Jawa Kuna, guna menahan pukulan untuk tidak mampu menembus badan, bahkan untuk menyentuh. Bukan hanya pukulan, senjata apapun jenisnya akan meleset dari badan pemilik ajian ini.

Dalam  riwayat-riwayat, ilmu ini sudah begitu sering dibicarakan, bisa dibilang ilmu ini sudah demikian melegenda. Apalagi dari orang-orang yang pernah menggunakannya adalah para pejuang lndonesia  sebagai perisai dalam berperang melawan penjajah.

Dapat dibayangkan, tanpa pelindung ghaib yang hebat bagaimana senjata bambu runcing mengalahkan senapan yang dimiliki Belanda.

Pertempuran 10 Nopember Surabaya sebagai contohnya. Prajurit Indonesia telah dikepung tentara sekutu yang semuanya bersenjata modern seperti senapan api, bren, bom dan sebagainya. Prajurit Indonesia hanya bersenjatakan bambu runcing.

Perhitungan diatas kertas, keadaan seperti itu pejuang-pejuang bambu runcing hanya dapat bertahan dua jam saja, selebihnya, semua terkapar mati ditembus pluru dan bom yang membakar lokasi pertempuran. Tapi pada kenyataannya, tidak semua pejuang itu mati. Bahkan yang gugur lebih sedikit dibanding yang tetap tegar menembus hujan peluru dan badai bom yang membakar Surabaya, hingga Hari pertempuran dikukuhkan sebagai Hari Pahlawan.

Sungguh, mereka banyak yang gugur itu wajar, mengingat pertempuran yang jauh dari kata seimbang, bila dibanding dengan lawannya, yaitu tentara sekutu barat yang sudah maju.

Yang perlu dicatat adalah, bagaimana mereka yang tetap tegar gagah berani terus menembus pertahanan musuh hingga tentara sekutu pada akhirnya dapat diusir. Haruskah semua tahu, jika benar seperti yang diceritakan bahwa sebagian dari mereka adalah prajurit yang diam-diam membekali dirinya dengan ajian Lembu Sekilan. Semua bentuk senjata yang menuju kepada pengguna Lembu Sekilan akan meleset dalam jarak sekilan (sekitar 20 cm dari tubuh).

Ajian Lembu Sekilan lebih kuat dari baju besi, dia melindungi sekujur bagian tubuh dari semua senjata yang menuju. Konon, tidak hanya melindungi dari tusukan senjata, senjata mistis semacam guna-guna, santet akan ditangkalnya juga. Kelebihan lainnya, pengguna juga senantiasa tampak muda dan segar di mata yang memandangnya, sehingga berfungsi juga sebagai pengasihan. Hebat, kan!

Sejarah menulis, bagaimana orang dulu memiliki kesaktian yang luar biasa seperti Sultan Hadiwijaya, yang kita kenal dengan julukan Jaka Tingkir atau Mas Karebet dari Demak yang akhirnya membangun Pajang, adalah disinyalir salah satu pemegang ajian yang dahszat tersebut.

Apa Dan Bagaimana Cara Kerja Lembu Sekilan?

Lembu Sekilan merupakan pagar ghaib,yaitu sebuah ilmu kanuragan (kekuatan ghaib) dari Jawa Kuna yang fungsinya membuat pengguna kebal terhadap serangan senjata. Ilmu Lembu Sekilan  pada dasarnya merupakan sebuah mantra yang dirialati(melakukan penyiksaan diri, seperti puasa, mutih dan tidak makan) dan beberapa ritual.

Secara tidak kasat mata,  tubuh pengguna dilndungi oleh makhluk ghoib yang mengcover semua sisi tubuhnya dalam jarak sekilan (sejengkal) atau sekitar 20 cm, tepatnya, jarak dari jari kelingking dan ibu jari yang terbentang.

Ilmu Lembu Sekilan merupakan ilmu kelas satu Kejawen yang dapat dipelajari. Hingga saat ini, konon orang-orang tertentu masih ada yang memilikinya meski tidak banyak, mengingat untuk mendapatkan ilmu ini saratnya sangat berat, yaitu dengan melakukan pertapaan selama 40 hari dengan berpuasa dan berbuka dengan sayur tanpa menggunakan daging, atau cuma makan dedaunan yang dikulup dengan bumbu garam, layaknya  makanan lembu atau kerbau. Setelah itu, mulai hari Kamis Wage, ditambah 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum, dan juga tidak tidur (Jawa: Mati geni). Setelah itu tubuh baru siap menerima ilmu kebal tersebut.

Berikut mantra Ajian Lembu Sekilan:











Tuesday, May 7, 2019

11 Praktek Pesugihan Yang Sering Dilakukan Orang


Pesugihan merupakan satu dari bagian usaha seseorang untuk menjadi kaya. Pesugihan umumnya dilakukan dengan jalan yang tidak biasa sebagaimana lazimnya orang untuk menjadi kaya yaitu dengan kerja keras. Akan tetapi, pesugihan dilakukan dengan ritual-ritual tertentu yang umumnya dengan cara mistis. Dengan cara mistis ini dipercaya akan menjadi kaya dengan cepat tanpa harus kerja keras, meski harus ada tumbal sebagai penggantinya.

Kebutuhan yang mendesak dan jalan yang buntu membuat orang dapat melakukan apa saja untuk terbebas dari himpitan kebutuhan yang nyaris tak dapat lagi ditahan. Juga yang tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki dengan mimipi yang lebih jauh lagi. Namun semua itu membutuhkan modal yang sangat banyak. Salah satunya adalah melakukan pesugihan.

Kalau dilihat dari bahasa, kata "Pesugihan" berasal dari bahasa Jawa yang berkata dasar "Sugih" yang berarti : kaya. Awalan "pe" dan akhiran "an" menjadikan kata tersebut berubah dari kata sifat menjadi kata kerja. Kata "pesugihan" berarti : melakukan sesuatu untuk menjadi kaya (sugih).

Dalam melakukan pesugihan tidak dilakukan sendiri begitu saja, tetapi perlu orang pintar yang menjadi pemandu bahkan melakukan apa yang harus dilakukan oleh pempraktek pesugihan dengan catatan biaya ritual di tanggung oleh pempraktek pesugihan.

Jenis dan macam pesugihan begitu banyak dan semuanya memiliki aturan-aturan sendiri  dengan berbagai tingkat kesulitan dan kapasitasnya.

Seperti dilansir dari, Pesugihan Putih Abah Panca Tanpa Resiko Terbukti Sempurna. Abah Panca yang merupakan perantara pesugihan dalam blognya mengaku dapat membantu melakukan  jenis pesugihan, diantaranya adalah

1. Penggandaan Uang

Caranya sangat mudah, yaitu cukup memberikan nomor rekening, menyerahkan biaya sesuai dengan paket, direkomendasikan memiliki utang diatas 50 hingga 100 juta dan butuh modal usaha. 

Bagi yang serius dan bersedia menjalankan aturan dan proses ritual hanya satu hari. Caranya kirim, nomor rekening, nama lengkap, pekerjaan, setelah dana cair, uang langsung disetor lewat rekening maksimal satu hari setelah ritual. Begitu syarat dan ketentuan menggandakan uang menurut Abah Panca.

2. Pesugihan Gunung Kemukus



Gunung Kemukus ada di Sragen, Jawa Tengah. Untuk melakukan pesugihan digunung kemukus, pengunjung harus melakukan hubungan sex dengan orang yang bukan pasangannya.

Konon pihak pengelola wisata dan pemerintah kabupaten menepis isu yang menjadi mitos ini, tapi belum tahu pasti sebelum mengecek langsung ke tempat yang mitosnya cukup angker ini.

Gunung ini juga pernah diliput media Australia di kanal Special Broadcasring Service dengan tajuk acara "Sex Mountain"

3. Pesugihan Nyi Blorong



Melakukan perjanjian pesugihan dengan Nyi Blorong jika berhasil dapat kaya sampai kurun waktu 2 dekade. Asalkan bersedia melakukan tumbal yaitu, apabila mati nanti sipelaku pesugihan ruhnya harus menjadi pengikut Nyi Blorong.

4. Pesugihan Nyi Puspo Cempoko


Menurut legenda, Nyi Puspo Cempoko  adalah penunggu Kabongan, Rembang. Ia akan membuat kaya kepada lelaki yang mau menjadi suaminya. Saratnya dengan mengadakan satu ruangan khusus untuk Nyai dan laki-laki tersebut.

Pelaku juga harus menyediakan sesaji berupa, jajanan pasar, kembang, bakaran menyan, madu dan kelapa hijau tiap malam.

5. Pesugihan Lereng Merapi

Pada sebuah gundukan tanah yang menyerupai batu terbalik yang diberi nama Watu Tumpeng. Menurut legenda, Watu Tumpeng adalah kuburan gajah yang deberikan oleh Panembahan Senopati untuk Kerincin Wesi.

Banyak orang menaruh sesaji disini dan menyatakan keinginannya terkabul.

6. Pesugihan Bulu Genderuwo




Pesugihan ini tidak meminta tumbal manusia, akan tetapi berupa masakan burung gagak dan setelah itu berdiri di bawah pohon gayam, tetapi dengan tanpa pakaian atau telanjang bulat.

7. Pesugihan Gunung Talamau




Gunung Talamau merupakan puncak tertinggi di Sumatra Barat yang memiliki banyak telaga. Gunung ini dijaga oleh Harimau Campo. Orang yang datang umumnya ingin mendapat nomor togel, mendapat pangkat dan sebagainya.

8. Pesugihan Minyak Kuyang atau Kawiyang




Minyak Kuyang atau Kawiyang disimpan dalam wadah bernama Cecupu. Minyak ini hanya dapat diperoleh di Kalimantan. Legenda mengatakan ada 5 jenis minyak dengan warna yang berbeda. Satu diantaranya yang berwarna putih dapat membuat uang kembali setelah di belanjakan.

9. Pesugihan Sumur Kembang Gilimanuk

Sebuah lokasi pesugihan di dekat jalan Jembrana menuju Gilimanuk, Bali. Mitos air sumur kembar ini depercaya banyak kasiat, membasuh muka dengan air ini dapat membuat mudah mendapat jodoh.

Wanita yang penjajag sex perlu melakukan ritual dengan lebih dalam lagi, yaitu dengan membasahi seluruh bagian tubuh atau mandi telanjang.

10. Pesugihan Pabrik Kapas, Payung, Lombok, Nusa Tenggara Barat



Bermula dari bekas pabrik kapas peninggalan Belanda, sebelum pabrik kapas tempat tersebut adalah pabrik gula. Di sini ada penunggu sebuah siluman kelelawar. Dengan makhluk inilah perjanjian pesugihan dilakukan.

11. Pesugihan Babi Ngepet




Barangkali pesugihan ini yang paling terkenal karena sering menghebohkan di Indonesia. Dalam pesugihan ini, seseorang dapat berubah menjadi babi dan mencuri benda berharga. Caranya dengan dibantu oleh mitra kerja yang menjaga lilin api tetap menyala.

Itulah 11 pesugihan yang sering dilakukan orang demi mencapai tujuannya, yaitu menjadi kaya tanpa kerja keras. Namun kenyataan dalam prakteknya tidak ada sesuatu apapun didunia ini yang gratis. Bahkan pengorbanan dari sebuah pesugihan adalah nyawa, lebih-lebih nyawa yang buat tumbal adalah biasanya orang yang disayangi. Bagaimana, apakah anda tertarik?

Sebagai pengetahuan bahwa di jaman modern sekarang ini dunia klenik bukan lagi tinggal cerita, tetapi dalam kenyataannya masih juga ada. Pilihan untuk menjadi kaya juga tidak sedikit jalannya, semua terserah yang melakukannya. Hidup itu pilihan. Jalan berbelok yang menuju jalan lurus atau jalan lurus menuju pada pengkolan.

Cara Paling Sederhana Mengundang Setan Dan Berkomunikasi Dengannya

Setan merupakan satu satunya makhluk ghaib yang terlanjur dikonotasikan jahat oleh manusia di dunia lantaran dia merupakan ketur...